MENUNTASKAN PENGKADERAN IPNU-IPPNU PK AL-HIDAYAH BEBER

"KEMBALI KE KHITTAH: MENEMUKAN JATI DIRI KADER DI TENGAH ARUS MODERNISASI"

Catatan Reflektif dari MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota) IPNU IPPNU Al-Hidayah

Di zaman ketika modernisasi berkembang begitu cepat, banyak dari kita yang tanpa sadar mulai terombang-ambing oleh arus pragmatisme dan budaya instan. Dalam pusaran itu, identitas sebagai pelajar, sebagai santri, apalagi sebagai kader IPNU IPPNU, bisa saja luntur jika tidak ditanamkan sejak dini. Oleh karena itulah, MAKESTA hadir bukan sekadar sebagai programdari Pimpinan Komisariat Al-Hidayah, tapi sebagai ruang spiritual dan intelektual untuk menguatkan kembali khittah perjuangan.

Dengan penuh rasa syukur, Pimpinan Komisariat IPNU IPPNU Al-Hidayah telah sukses melaksanakan MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota) dari tanggal 25 - 27 Juli 2025 M | 1447 Hijriah sebagai langkah awal pembinaan kader. Kegiatan ini diikuti oleh 27 peserta, yang merupakan pelajar atau santriwan dan santriwati PONPES Al-Hidayah.

Membumikan Nilai, Meneguhkan Identitas

Tema MAKESTA kali ini, “Kembali Ke Khittah: Menggali Jati Diri Kader IPNU-IPPNU di Tengah Arus Modernisasi”, menjadi napas utama dalam seluruh rangkaian acara. Di tengah derasnya perubahan zaman, para peserta diajak merenung dan memahami kembali akar perjuangan IPNU dan IPPNU yang berlandaskan pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.

Melalui berbagai sesi materi seperti Ke-NU-an, Aswaja, Keorganisasian, dan Ke-IPNU-IPPNU-an, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tapi juga peneguhan hati: bahwa menjadi kader bukan sekadar aktif dalam kegiatan, melainkan menjadikan nilai organisasi sebagai pedoman hidup.

Kader di Era Digital: Adaptif Namun Berprinsip

MAKESTA ini juga menjadi wadah kontemplasi bagi kami semua bahwa modernisasi bukanlah musuh, namun harus dihadapi dengan kesiapan spiritual dan ideologis. Kader IPNU IPPNU tidak dituntut menolak perkembangan zaman, melainkan mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Inilah esensi “kembali ke khittah”  yaitu kembali ke nilai dasar organisasi sebagai landasan bergerak di tengah zaman yang terus berubah.

Kami melihat semangat itu tumbuh dalam diri para peserta. Diskusi, pertanyaan, dan antusiasme mereka selama kegiatan menjadi bukti bahwa generasi muda hari ini sesungguhnya siap untuk memikul tanggung jawab besarasal diberi ruang dan ditanamkan nilai secara benar.

Menjadi Keluarga Besar, Menjadi Kader Sejati

Tak hanya pemahaman ideologi, MAKESTA juga menjadi ajang membangun ikatan kekeluargaan antar peserta. Dari kegiatan dinamika kelompok, pentas seni, hingga sesi tadabbur alam, tercipta momen-momen kebersamaan yang memperkuat ikatan batin antarkader. Sebuah fondasi penting dalam berorganisasi, karena tanpa ukhuwah, perjuangan akan kehilangan ruhnya.

MAKESTA ini adalah pengingat: bahwa organisasi ini bukan sekadar tempat belajar formal, tapi tempat membentuk karakter, menguatkan iman, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Ujar Gus Ridho,. Anaknya Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Al-Hidayah yakni Ustaz MAsdan.

Penutup: Dari Khittah, Kita Melangkah

MAKESTA adalah awal, bukan akhir. Kami berharap 27 peserta yang telah menjadi bagian dari keluarga besar IPNU-IPPNU ini akan terus melangkah maju dengan semangat khittah yang tertanam dalam hati. Bahwa di tengah arus modernisasi yang mengaburkan nilai, mereka tetap berdiri teguh sebagai kader Nahdlatul Ulama yang adaptif namun berprinsip.

Semoga dari sinilah, lahir kader-kader militan yang tidak hanya cakap dalam berorganisasi, tapi juga matang secara ideologis, tangguh secara spiritual, dan siap menjadi pelita bagi lingkungannya.

Salam Berjuta✊
Belajar – Berjuang – Bertaqwa!


editor by: ali

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENYAMBUTAN KEDATANGAN SANTRI BARU

HARI LAHIR YPP AL-HIDAYAH BEBER SEJATI